Metode Standar Konstruksi Kerajinan Kayu Batam

Kerajinan Kayu di Batam merupakan suatu produk atau hasil karya yang dihasilkan dari kayu. Kerajinan tersebut biasanya berupa peralatan rumah tangga dalam bentuk mebel ataupun furniture. Kerajinan tersebut memang sudah menjadi salah satu produk unggulan, baik itu secara lokal maupun ke dunia internasional, terutama di beberapa kawasan Asia Tenggara.
Karena dapat menebus pasar luar negeri, beberapa para pengrajin karajinan kayu yang ada di Batam pun telah berbenah diri untuk memberikan kualitas dan service yang memuaskan. Pada dasarnya, ada metode kontruksi yang dilakukan oleh para pengrajin kayu Batam dalam membuat dan mengembangkan produknya.

  1. Pemilihan Material Kayu yang Berkualitas
    Tidak semua kayu dapat dijadikan bahan kontrusi bangunan ataupun furniture, hanya kayu-kayu berkualitas tinggilah yang dipilih untuk membuat semua itu. Semakin berkualitas pemilihan material kayu, maka akan semakin berkualitas juga bangunan dan hasil olahan kayu yang dihasilkan. Material kayu yang berkualitas biasanya memiliki keindahan serat, kuat dan kokoh, berpori padat, serta sudah berumur.
  2. Penjemuran Bahan Baku atau Teknik Ovenisasi
    Kerajinan Kayu Batam dibuat dengan cara melibatkan bahan baku yang telah melewati proses penjemuran terlebih dahulu. Selain dilakukan penjemuran manual, mereka juga dapat melibatkan mesin Heat Treatment untuk mengeringkan kayu-kayu tersebut. Pengeringan dan ovenisasi akan membuat kadar air dalam kayu menjadi lebih sedikit. Standard baku Internasional kayu harus kering hingga menyisakan kadar air 12% hingga 15%. Dengan begitu, bahan baku produk kayu yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang sangat bagus. Kadar air dari kayu yang sudah rendah dapat membuat ketahanan kayu semakin bertambah dan penyusutan pun dapat diminimalisir dengan baik.
  3. Penyesuaian Bentuk dan Ukuran Kayu
    Apabila bahan baku untuk membuat kontruksi bangunan atau furniture tersebut telah melewati tahap pengeringan atau ovenisasi; maka tahap berikutnya adalah melakukan penyesuaian bentuk dan ukuran sesuai dengan kerangka bangunan atau bentuk furniture yang akan dibuat. Ukuran kayu untuk reng, kusen, pintu, jendela ataupun yang lainnya tentu akan mempunyai ukuran masing-masing. Begitupun dengan ukuran kayu yang diperuntukan sebagai bahan dasar furniture, tentu akan berbeda-beda juga ukurannya. Oleh karena itu, tentukan ukuran yang pas dan sesuai sebelum melakukan pemesanan kayu.
  4. Proses Finishing Bahan Material Kayu
    Setelah proses pembentukan dan pengukuran kayu sesuai dengan peruntukannya, maka kini menginjak tahap akhir yang sangat penting untuk dilakukan. Tahap akhir yang dimaksud adalah proses finishing atau sentuhan akhir. Agar proses finishing ini lebih optimal; para pengusaha kayu biasanya melibatkan empat proses sentuhan akhir yaitu sanding, staining, shading, serta polishing. Dengan adanya finishing tersebut, maka material kayu yang akan anda terima akan benar-benar berkualitas tinggi.

Untuk anda yang berdomisili di daerah Batam dan sekitarnya, anda dapat memperoleh material kayu yang berkualitas tinggi dengan cara mengunjungi beberapa perusahaan kayu yang menyajikan Kerajinan Kayu Batam.